Email phishing dirancang dengan cermat menggunakan elemen-elemen penipuan untuk memanipulasi penerima agar melakukan tindakan berbahaya, seperti mengungkapkan informasi pribadi, mengeklik tautan berbahaya, atau mengunduh lampiran berbahaya. Berikut penjelasan lebih rinci tentang taktik umum yang digunakan dalam email phishing:

1. Alamat Palsu

Email phishing sering kali menampilkan alamat email palsu , yang dibuat agar tampak seperti sumber yang sah dan tepercaya. Penyerang meniru nama atau domain yang familiar, menciptakan rasa aman yang salah dan mendorong penerima untuk berinteraksi dengan email tersebut.

Contoh : Email phishing yang berpura-pura berasal dari bank populer mungkin menggunakan alamat email serupa seperti “ [email protected] ” alih-alih “ [email protected] ”.

2. Tautan Palsu (URL Spoofing)

Email phishing sering kali berisi tautan palsu yang seolah-olah mengarah ke situs web resmi, tetapi sebenarnya mengarah ke situs berbahaya yang dirancang untuk mencuri informasi sensitif. Penyerang menggunakan beberapa teknik untuk membuat tautan mereka terlihat meyakinkan, misalnya dengan membuat URL yang secara visual mirip dengan situs web asli.

Contoh : Email yang mengaku dari PayPal mungkin mengarahkan korban ke tautan seperti “ www.paypallogin.com ” (perhatikan huruf “l” tambahan), yang dirancang untuk meniru halaman login PayPal yang sah tetapi dengan tujuan mencuri kredensial.

3. Lampiran Berbahaya

Email phishing sering kali berisi lampiran berbahaya yang, ketika dibuka, dapat menginfeksi komputer penerima dengan malware. Lampiran ini disamarkan sebagai berkas sah untuk mengelabui korban agar mengunduh dan menjalankan konten berbahaya.

Contoh : Email yang tampaknya berasal dari perusahaan pelayaran mungkin berisi lampiran berjudul “Tracking_Details.zip,” yang ketika dibuka, akan memasang ransomware pada sistem korban.