Alat-alat ini menjadi garis pertahanan pertama melawan serangan phishing dengan memblokir konten berbahaya sebelum mencapai kotak masuk atau perangkat Anda. Berikut cara kerja masing-masing alat:
Filter Spam
: Filter spam secara otomatis mengidentifikasi dan memblokir email yang tidak diinginkan atau mencurigakan, sehingga secara signifikan mengurangi kemungkinan pesan phishing masuk ke kotak masuk Anda. Filter ini menggunakan algoritma untuk mendeteksi pola yang terkait dengan spam dan phishing, seperti kata kunci tertentu, URL yang mencurigakan, dan perbedaan alamat email.
Contoh
: Filter spam Gmail secara otomatis menandai email yang mencurigakan, yang kemudian disimpan di folder Spam, sehingga pengguna dapat meninjau atau menghapusnya.
Perangkat Lunak Antivirus
: Program antivirus dapat mendeteksi dan memblokir malware, termasuk keylogger, virus, atau ransomware yang sering dikirimkan melalui email phishing. Banyak perangkat lunak antivirus kini menawarkan perlindungan waktu nyata (real-time), memindai lampiran atau tautan email yang masuk untuk mendeteksi potensi ancaman.
Contohnya
: Antivirus Norton atau McAfee dapat memindai lampiran dan URL dalam email untuk tanda tangan malware atau konten berbahaya.
Firewall
: Firewall bertindak sebagai penghalang antara jaringan Anda dan internet eksternal, menyaring lalu lintas yang berpotensi berbahaya dan mencegah akses tidak sah. Firewall membantu memblokir upaya phishing yang mencoba mengeksploitasi kerentanan di sistem Anda dengan mencegah koneksi masuk yang berbahaya.
: Firewall yang dikonfigurasikan dengan benar akan mencegah ancaman eksternal, seperti ancaman yang menargetkan port terbuka atau mengeksploitasi protokol keamanan yang lemah.
Contoh
: Firewall yang dikonfigurasikan dengan benar akan mencegah ancaman eksternal, seperti ancaman yang menargetkan port terbuka atau mengeksploitasi protokol keamanan yang lemah.